Mean, Median, Modus: Cara Menghitung dan Kapan Memakainya
Cara menghitung mean, median, dan modus untuk data tunggal dan berkelompok, pengaruh pencilan, bentuk distribusi, jangkauan, contoh soal, dan kapan memakai masing-masing.
This article is written in Indonesian.
Mean, median, dan modus adalah tiga cara meringkas sekumpulan data menjadi satu angka yang "mewakili". Ketiganya terlihat sederhana, tetapi sering dipakai keliru — termasuk di berita dan iklan. Memahami kapan masing-masing paling tepat sama pentingnya dengan bisa menghitungnya.
Artikel ini membahas cara menghitung ketiga ukuran pemusatan untuk data tunggal, tabel frekuensi, dan data berkelompok; pengaruh pencilan dan bentuk distribusi; ukuran penyebaran sederhana; serta contoh soal dan latihan beserta kuncinya.
Mean (rata-rata)
Mean adalah jumlah seluruh data dibagi banyak data:
Contoh. Nilai ulangan lima siswa: 7, 8, 6, 9, 10. Meannya .
Mean dari tabel frekuensi
Jika data disajikan dalam tabel frekuensi, kalikan setiap nilai dengan frekuensinya:
| Nilai | Frekuensi | |
|---|---|---|
| 5 | 2 | 10 |
| 6 | 4 | 24 |
| 7 | 6 | 42 |
| 8 | 5 | 40 |
| 9 | 3 | 27 |
| Jumlah | 20 | 143 |
Meannya .
Mencari data yang hilang
Rata-rata lima nilai adalah 78. Empat nilai yang diketahui: 70, 80, 85, dan 75. Berapa nilai kelima? Jumlah seluruhnya , sedangkan jumlah empat nilai , sehingga nilai kelima . Pola "rata-rata × banyak data = jumlah" ini kunci banyak soal cerita rata-rata.
Median (nilai tengah)
Median adalah nilai di tengah setelah data diurutkan.
- Jika banyak data ganjil, median adalah data ke-. Untuk 3, 7, 8, 12, 15, mediannya 8.
- Jika banyak data genap, median adalah rata-rata dua data di tengah. Untuk 4, 6, 9, 11, mediannya 7,5.
Pada tabel frekuensi di atas (), median adalah rata-rata data ke-10 dan ke-11. Frekuensi kumulatifnya: nilai 5 sampai data ke-2, nilai 6 sampai data ke-6, nilai 7 sampai data ke-12. Data ke-10 dan ke-11 sama-sama bernilai 7, sehingga mediannya 7.
Modus (nilai paling sering)
Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Pada tabel di atas, modusnya 7 (muncul 6 kali). Sebuah data bisa memiliki dua modus (bimodal) atau tidak memiliki modus jika semua nilai muncul sama sering.
Modus satu-satunya ukuran pemusatan yang bisa dipakai untuk data kategori. Jika ditanya warna seragam favorit di satu kelas, tidak ada "rata-rata warna" — yang ada hanya warna yang paling banyak dipilih.
Pencilan: kapan mean menyesatkan
Perhatikan uang saku harian sepuluh siswa (dalam ribu rupiah): 20, 25, 25, 30, 30, 30, 35, 40, 45, dan 200.
- Mean: ribu.
- Median: rata-rata data ke-5 dan ke-6, yaitu ribu.
- Modus: 30 ribu.
Sembilan dari sepuluh siswa menerima 45 ribu atau kurang, tetapi meannya 48 ribu — lebih besar dari hampir semua data. Inilah mengapa berita tentang pendapatan atau harga rumah sering memakai median: satu-dua nilai yang sangat besar tidak menggeser median. Pola menyesatkan seperti ini dibahas di artikel literasi data.
Bentuk distribusi dan posisi ketiga ukuran
Pada data yang simetris, mean, median, dan modus kurang lebih sama. Pada data yang miring, ketiganya terpisah dengan pola yang bisa ditebak:
- Miring ke kanan (ekor panjang di kanan, misalnya pendapatan): modus median mean.
- Miring ke kiri (ekor panjang di kiri, misalnya nilai ujian yang mudah): mean median modus.
Kapan memakai yang mana?
| Situasi | Ukuran yang tepat | Alasan |
|---|---|---|
| Data simetris tanpa pencilan | Mean | Memakai seluruh informasi data |
| Ada pencilan atau data miring | Median | Tidak terpengaruh nilai ekstrem |
| Data kategori | Modus | Satu-satunya yang bisa dihitung |
| Mencari nilai paling umum (misalnya ukuran sepatu terlaris) | Modus | Yang dibutuhkan adalah nilai paling sering |
Data berkelompok
Di SMA, data sering disajikan dalam kelas interval. Perhatikan nilai 30 siswa berikut:
| Nilai | Frekuensi | Titik tengah | |
|---|---|---|---|
| 50–59 | 4 | 54,5 | 218 |
| 60–69 | 8 | 64,5 | 516 |
| 70–79 | 12 | 74,5 | 894 |
| 80–89 | 6 | 84,5 | 507 |
| Jumlah | 30 | 2135 |
Mean memakai titik tengah setiap kelas: .
Median berada pada data ke-15. Frekuensi kumulatif mencapai 12 sebelum kelas 70–79, sehingga kelas median adalah 70–79 dengan tepi bawah , frekuensi kumulatif sebelumnya , frekuensi kelas , dan panjang kelas :
Modus berada di kelas dengan frekuensi terbesar (70–79). Dengan (selisih dengan kelas sebelumnya) dan (selisih dengan kelas sesudahnya):
Urutan mean median modus menunjukkan data sedikit miring ke kiri.
Sekilas ukuran penyebaran
Dua kelas bisa memiliki rata-rata sama tetapi sebaran sangat berbeda. Ukuran penyebaran paling sederhana adalah jangkauan: nilai terbesar dikurangi nilai terkecil. Untuk data uang saku di atas, jangkauannya ribu — angka yang langsung menunjukkan adanya nilai ekstrem. Ukuran yang lebih kuat, seperti jangkauan antarkuartil dan simpangan baku, dipelajari di jenjang berikutnya.
Kesalahan yang sering terjadi
- Lupa mengurutkan data sebelum mencari median.
- Memakai mean untuk data berpencilan, lalu menyimpulkan "kebanyakan orang" berada di sekitar mean.
- Mengira modus adalah frekuensinya. Modus adalah nilainya, bukan berapa kali ia muncul.
- Menjumlahkan nilai tanpa mengalikan frekuensi pada tabel frekuensi.
- Merata-ratakan rata-rata dua kelompok berukuran berbeda. Rata-rata gabungan harus berbobot, seperti dibahas di artikel aritmetika sosial.
Latihan mandiri
- Tentukan mean, median, dan modus dari 4, 8, 6, 5, 8, 9, 3.
- Rata-rata nilai 8 siswa adalah 75. Setelah satu siswa ikut ujian susulan, rata-ratanya menjadi 76. Berapa nilai siswa tersebut?
- Data gaji karyawan sebuah toko kecil (juta rupiah): 4, 4, 5, 5, 5, 6, 30. Ukuran pemusatan mana yang paling mewakili gaji karyawan pada umumnya? Jelaskan.
Ringkasan
- Mean = jumlah data dibagi banyak data; median = nilai tengah data terurut; modus = nilai paling sering.
- Gunakan untuk tabel frekuensi dan titik tengah kelas untuk data berkelompok.
- Pencilan menarik mean, tetapi hampir tidak menggeser median.
- Pada data miring ke kanan: modus median mean.
- Pilih ukuran sesuai data dan tujuan, bukan sekadar yang paling mudah dihitung.
Materi ini termasuk kompetensi data dalam TKA Matematika SMP dan TKA Matematika (SMA).
Frequently asked questions
Apa beda mean, median, dan modus?
Mean adalah rata-rata, yaitu jumlah semua data dibagi banyak data. Median adalah nilai tengah setelah data diurutkan. Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Ketiganya adalah ukuran pemusatan data.
Kapan sebaiknya memakai median daripada mean?
Saat data memiliki pencilan atau sebarannya miring, misalnya data pendapatan atau harga rumah. Satu nilai yang sangat besar bisa menarik mean jauh dari kebanyakan data, sedangkan median tetap mewakili posisi tengah.
Bagaimana mencari median jika banyak datanya genap?
Urutkan data, lalu ambil dua nilai yang berada di tengah dan hitung rata-ratanya. Misalnya untuk data 4, 6, 9, 11, mediannya (6 + 9) dibagi 2, yaitu 7,5.
Apakah sebuah data bisa memiliki lebih dari satu modus?
Bisa. Jika dua nilai sama-sama paling sering muncul, datanya bimodal. Jika semua nilai muncul sama sering, data dikatakan tidak memiliki modus.
Keep learning
Master this topic, don't just read about it
Pick what suits you best: learn directly with a tutor, or study independently with Numekara Courses and adaptive Practice.
Learn with a tutor
Numekara Math private & small-group tutoring
- 1-on-1 private lessons, or lower-cost classes of 2–10 students
- 100% online, from anywhere
Private from Rp90.000/session · 90 minutes
Self-study · subscription
Free Courses + Practice Premium
- Every course is free to study, no account needed
- Adaptive Practice tailors questions to your level — start free with an account
- Premium: practice without a daily cap (fair limit of 30 sessions/day) + an AI tutor across every learning session, up to 30 AI answers a day


