Lewati ke konten utama
KembaliMatematika Sekolah

SPLDV: Metode Substitusi, Eliminasi, Grafik, dan Contoh Soal

Cara menyelesaikan SPLDV dengan metode grafik, substitusi, eliminasi, dan gabungan, jenis-jenis penyelesaian, soal cerita, serta latihan beserta kuncinya.

Oleh Muhammad Nuur Rohman6 menit baca

Sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) adalah salah satu topik aljabar yang paling sering dipakai — di sekolah, di soal TKA dan UTBK, maupun dalam kehidupan sehari-hari ketika dua besaran yang belum diketahui saling terkait. Soal seperti "harga 2 buku dan 3 pensil Rp21.000" adalah SPLDV yang menyamar sebagai soal belanja.

Artikel ini membahas arti penyelesaian SPLDV secara grafik, empat metode penyelesaian beserta kapan memakainya, cara mengenali jenis penyelesaian tanpa menghitung, cara menerjemahkan soal cerita, kesalahan umum, dan latihan beserta kuncinya.

Apa itu SPLDV?

SPLDV terdiri atas dua persamaan linear dengan dua variabel yang sama. Bentuk umumnya:

{a1x+b1y=c1a2x+b2y=c2\begin{cases} a_1x + b_1y = c_1 \\ a_2x + b_2y = c_2 \end{cases}

Penyelesaiannya adalah pasangan (x,y)(x, y) yang memenuhi kedua persamaan sekaligus. Sepanjang artikel ini kita memakai contoh:

{x+y=72x−y=2\begin{cases} x + y = 7 \\ 2x - y = 2 \end{cases}

Makna grafik: titik potong dua garis

Setiap persamaan linear dua variabel digambarkan sebagai garis lurus. Semua titik pada garis pertama memenuhi persamaan pertama; semua titik pada garis kedua memenuhi persamaan kedua. Titik yang memenuhi keduanya adalah titik potongnya.

Grafik dua garis x + y = 7 dan 2x - y = 2 yang berpotongan di titik (3, 4)
Penyelesaian SPLDV adalah titik potong kedua garis: (3, 4).

Metode grafik cocok untuk memahami konsep dan untuk soal dengan penyelesaian bilangan bulat. Kelemahannya: kurang teliti jika titik potongnya berupa pecahan.

Metode substitusi

Nyatakan satu variabel dari salah satu persamaan, lalu masukkan ke persamaan lain.

  1. Dari x+y=7x + y = 7 diperoleh y=7−xy = 7 - x.
  2. Substitusikan ke persamaan kedua: 2x−(7−x)=22x - (7 - x) = 2, sehingga 3x−7=23x - 7 = 2 dan x=3x = 3.
  3. Kembali ke y=7−xy = 7 - x: y=4y = 4.

Substitusi paling nyaman jika salah satu variabel sudah berkoefisien 1 atau −1-1.

Metode eliminasi

Samakan koefisien salah satu variabel, lalu jumlahkan atau kurangkan kedua persamaan agar variabel itu hilang.

Pada contoh kita, koefisien yy sudah berlawanan (+1+1 dan −1-1), sehingga cukup dijumlahkan:

(x+y)+(2x−y)=7+2⇒3x=9⇒x=3(x + y) + (2x - y) = 7 + 2 \quad\Rightarrow\quad 3x = 9 \quad\Rightarrow\quad x = 3

Untuk mencari yy, eliminasi xx: kalikan persamaan pertama dengan 2 menjadi 2x+2y=142x + 2y = 14, lalu kurangkan persamaan kedua: 3y=123y = 12, sehingga y=4y = 4.

Metode gabungan (eliminasi–substitusi)

Cara paling efisien dan paling sering dipakai: eliminasi satu variabel untuk mendapatkan nilai pertama, lalu substitusikan nilai itu untuk mendapatkan nilai kedua. Setelah memperoleh x=3x = 3 dari eliminasi, langsung substitusikan ke x+y=7x + y = 7 untuk mendapatkan y=4y = 4.

Metode determinan (untuk SMA)

Untuk sistem a1x+b1y=c1a_1x + b_1y = c_1 dan a2x+b2y=c2a_2x + b_2y = c_2, definisikan:

D=a1b2−a2b1,Dx=c1b2−c2b1,Dy=a1c2−a2c1D = a_1b_2 - a_2b_1, \qquad D_x = c_1b_2 - c_2b_1, \qquad D_y = a_1c_2 - a_2c_1

Jika D≠0D \neq 0, maka x=DxDx = \frac{D_x}{D} dan y=DyDy = \frac{D_y}{D}. Pada contoh kita: D=1⋅(−1)−2⋅1=−3D = 1 \cdot (-1) - 2 \cdot 1 = -3, Dx=7⋅(−1)−2⋅1=−9D_x = 7 \cdot (-1) - 2 \cdot 1 = -9, dan Dy=1⋅2−2⋅7=−12D_y = 1 \cdot 2 - 2 \cdot 7 = -12. Hasilnya x=3x = 3 dan y=4y = 4. Metode ini menjadi jembatan ke matriks dan aljabar linear.

Tiga kemungkinan penyelesaian

Dua garis di bidang hanya punya tiga kemungkinan hubungan:

Tiga kemungkinan SPLDV: dua garis berpotongan di satu titik sehingga satu penyelesaian, dua garis sejajar sehingga tidak ada penyelesaian, dan dua garis berimpit sehingga penyelesaian tak hingga
Berpotongan, sejajar, atau berimpit — tiga kemungkinan banyak penyelesaian SPLDV.
Kondisi koefisienHubungan garisBanyak penyelesaian
a1a2≠b1b2\frac{a_1}{a_2} \neq \frac{b_1}{b_2}BerpotonganTepat satu
a1a2=b1b2≠c1c2\frac{a_1}{a_2} = \frac{b_1}{b_2} \neq \frac{c_1}{c_2}SejajarTidak ada
a1a2=b1b2=c1c2\frac{a_1}{a_2} = \frac{b_1}{b_2} = \frac{c_1}{c_2}BerimpitTak hingga

Contoh: 2x+4y=62x + 4y = 6 dan x+2y=5x + 2y = 5. Perbandingannya 21=42=2\frac{2}{1} = \frac{4}{2} = 2, tetapi 65≠2\frac{6}{5} \neq 2. Kedua garis sejajar, jadi tidak ada penyelesaian.

SPLDV dalam soal cerita

Langkahnya selalu sama: tentukan dua besaran yang belum diketahui sebagai variabel, lalu ubah dua informasi di soal menjadi dua persamaan.

Contoh soal 1: harga barang

Harga 2 buku dan 3 pensil Rp21.000, sedangkan harga 1 buku dan 2 pensil Rp12.000. Berapa harga satu buku dan satu pensil?

Pembahasan. Misalkan harga buku bb dan pensil pp (dalam rupiah):

{2b+3p=21.000b+2p=12.000\begin{cases} 2b + 3p = 21.000 \\ b + 2p = 12.000 \end{cases}

Dari persamaan kedua, b=12.000−2pb = 12.000 - 2p. Substitusikan: 2(12.000−2p)+3p=21.0002(12.000 - 2p) + 3p = 21.000, sehingga 24.000−p=21.00024.000 - p = 21.000 dan p=3.000p = 3.000. Maka b=6.000b = 6.000. Harga buku Rp6.000 dan pensil Rp3.000.

Contoh soal 2: tiket masuk

Tiga tiket dewasa dan dua tiket anak seharga Rp190.000. Dua tiket dewasa dan empat tiket anak seharga Rp220.000. Berapa harga masing-masing tiket?

Pembahasan. Misalkan dd dan aa dalam ribu rupiah: 3d+2a=1903d + 2a = 190 dan 2d+4a=2202d + 4a = 220. Kalikan persamaan pertama dengan 2: 6d+4a=3806d + 4a = 380. Kurangkan persamaan kedua: 4d=1604d = 160, sehingga d=40d = 40. Dari 3⋅40+2a=1903 \cdot 40 + 2a = 190 diperoleh a=35a = 35. Tiket dewasa Rp40.000, tiket anak Rp35.000.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Hanya mengalikan sebagian suku saat menyamakan koefisien. Seluruh suku, termasuk konstanta di ruas kanan, harus dikalikan.
  2. Salah tanda saat mengurangkan. Mengurangkan persamaan berarti mengurangkan setiap suku: −(−y)=+y-(-y) = +y.
  3. Berhenti setelah menemukan satu variabel. Penyelesaian SPLDV adalah pasangan (x,y)(x, y).
  4. Tidak mengecek ke kedua persamaan.
  5. Salah memilih variabel pada soal cerita, misalnya mencampur satuan rupiah dan ribu rupiah dalam satu persamaan.

Latihan mandiri

  1. Selesaikan x+2y=8x + 2y = 8 dan 3x−y=33x - y = 3 dengan substitusi.
  2. Selesaikan 2x+3y=122x + 3y = 12 dan 4x−3y=64x - 3y = 6 dengan eliminasi.
  3. Tentukan banyak penyelesaian 2x+4y=62x + 4y = 6 dan x+2y=3x + 2y = 3.
  4. Keliling sebuah persegi panjang 30 cm, dan panjangnya 3 cm lebih dari lebarnya. Tentukan panjang dan lebarnya.

Ringkasan

  • Penyelesaian SPLDV adalah pasangan (x,y)(x, y) yang memenuhi kedua persamaan — secara grafik, titik potong dua garis.
  • Substitusi cocok jika ada koefisien 1; eliminasi cocok jika koefisien mudah disamakan; metode gabungan paling efisien.
  • Perbandingan koefisien menentukan apakah garis berpotongan, sejajar, atau berimpit.
  • Soal cerita diselesaikan dengan memilih dua variabel dan menerjemahkan dua informasi menjadi dua persamaan.
  • Selalu cek jawaban ke kedua persamaan asli.

SPLDV dipelajari di course Matematika SMP dan muncul kembali di TKA Matematika SMP serta TKA Matematika (SMA). Kemampuan menerjemahkan soal cerita dibahas juga di artikel kenapa anak jago berhitung tapi sulit soal cerita.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu SPLDV?

SPLDV atau sistem persamaan linear dua variabel adalah dua persamaan linear dengan dua variabel yang sama, misalnya x dan y. Penyelesaiannya adalah pasangan nilai x dan y yang memenuhi kedua persamaan sekaligus.

Metode apa yang paling cepat untuk menyelesaikan SPLDV?

Tergantung bentuknya. Substitusi cepat jika salah satu variabel sudah berkoefisien 1. Eliminasi cepat jika koefisien salah satu variabel mudah disamakan. Metode gabungan, yaitu eliminasi lalu substitusi, paling sering dipakai karena efisien.

Bagaimana mengetahui SPLDV tidak memiliki penyelesaian?

Jika perbandingan koefisien x sama dengan perbandingan koefisien y tetapi berbeda dengan perbandingan konstantanya, kedua garis sejajar sehingga tidak ada penyelesaian. Jika ketiga perbandingannya sama, kedua garis berimpit dan penyelesaiannya tak hingga.

Bagaimana mengubah soal cerita menjadi SPLDV?

Tentukan dua besaran yang belum diketahui sebagai variabel, lalu cari dua informasi di soal yang menghubungkan keduanya. Setiap informasi menjadi satu persamaan. Setelah diselesaikan, cek jawabannya terhadap kalimat soal.

Lanjutkan belajarmu

Biar topik ini benar-benar dikuasai, bukan cuma terbaca

Pilih cara yang paling cocok: didampingi tutor secara langsung, atau belajar mandiri dengan Course dan Practice adaptif Numekara.

Les bersama tutor

Les privat & kelas kecil Numekara Math

  • Privat 1-on-1, atau kelas 2–10 siswa yang lebih hemat
  • 100% online, dari mana saja

Privat mulai Rp90.000/sesi · 90 menit

Belajar mandiri · langganan

Course gratis + Practice Premium

  • Semua course bisa dipelajari gratis, tanpa perlu akun
  • Practice adaptif menyesuaikan soal dengan kemampuanmu — mulai gratis dengan akun
  • Premium: latihan tanpa batas harian (batas wajar 30 sesi/hari) + Tutor AI di seluruh sesi belajar, hingga 30 jawaban AI per hari

Artikel terkait

Matematika Sekolah

Rumus Bangun Ruang: Volume dan Luas Permukaan Lengkap

Rumus volume dan luas permukaan kubus, balok, prisma, tabung, limas, kerucut, dan bola beserta gambar 3D, jaring-jaring, asal-usul rumus, contoh soal, dan latihan.

Matematika Sekolah

Mean, Median, Modus: Cara Menghitung dan Kapan Memakainya

Cara menghitung mean, median, dan modus untuk data tunggal dan berkelompok, pengaruh pencilan, bentuk distribusi, jangkauan, contoh soal, dan kapan memakai masing-masing.

Matematika Sekolah

Persamaan Kuadrat: Rumus ABC, Diskriminan, dan Contoh Soal

Cara menyelesaikan persamaan kuadrat dengan pemfaktoran, melengkapkan kuadrat, dan rumus ABC, membaca diskriminan, jumlah dan hasil kali akar, plus contoh soal.