C12 · Kamus istilah
Istilah C12 · NLP Terapan
Penjelasan singkat untuk istilah, fungsi, dan rumus yang dipakai di course ini. Di dalam modul, istilah bergaris titik bisa diketuk untuk melihat kartu yang sama.
Kembali ke daftar modul C1289 dari 89 istilah
akurasi token
Bagian token yang labelnya benar. Angkanya selalu tampak tinggi karena kebanyakan token berlabel
O, sehingga tidak cukup untuk menilai ekstraksi entitas.Contoh: model per token berfitur jendela mencapai akurasi token 0,9968, tetapi F1 entitas 0,9773.
Dipelajari di Modul 05 · Pelabelan urutan dan NER dengan BIO
argmaxjuga: np.argmaxFungsi atau metode NumPy yang mengembalikan indeks nilai terbesar, bukan nilainya. Bila ada seri, indeks pertama yang dipilih. Dengan
axis=1, indeks dicari per baris.Contoh:
np.array([-4.0, -2.5, -2.5, -7.0]).argmax()memberi1.Dipelajari di Modul 06 · Dekode terstruktur: HMM, Viterbi, perceptron terstruktur
baseline
Cara paling sederhana untuk menjawab soal yang sama, dipakai sebagai pembanding. Angka model baru baru berarti bila dibaca di samping baseline pada data dan pemisahan yang sama.
Contoh: kelas mayoritas (macro-F1 0,1015) dan TF-IDF dengan regresi logistik (0,9124) adalah pembanding untuk encoder yang di-fine-tune.
Dipelajari di Modul 04 · Baseline yang sulit dikalahkan: TF-IDF + regresi logistik
BBSEjuga: label shift, pergeseran label
Black Box Shift Estimation: memperkirakan proporsi label bulan ini dari sebaran prediksi dan matriks konfusi validasi, dengan anggapan hanya proporsi label yang berubah, bukan cara pelanggan menulis setiap niat.
Contoh: perkiraan proporsi keluhan Oktober dari BBSE 0,332; label yang datang belakangan memberi 0,330.
Dipelajari di Modul 13 · Pemantauan drift teks
bentuk baku
Tulisan rapi sebuah pesan pelanggan: huruf kecil, slang diganti kata baku, salah ketik dibetulkan, dan harga ditulis
Rp15.000. Setiap pesan di data course punya kolombakusebagai kunci untuk menilai normalisasi.Contoh:
kak tlg kirim 4saset kopi sachetpunya bentuk bakukak tolong kirim 4 sachet kopi sachet.Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
BIOjuga: skema BIO, IOB2
Cara menulis entitas sebagai satu label per token:
B-Xuntuk token pertama entitas jenis X,I-Xuntuk token lanjutannya, danOuntuk token di luar entitas. Varian BIOES menambah label untuk token terakhir dan entitas satu token.Contoh:
kopi sachetberlabelB-PRODUK I-PRODUK.Dipelajari di Modul 05 · Pelabelan urutan dan NER dengan BIO
BLEUjuga: BLEU-4
Metrik generasi teks: rata-rata geometris presisi n-gram terpotong (n = 1 sampai 4) terhadap rujukan, dikali penalti kependekan. Tanpa pemulusan, satu n tanpa kecocokan membuat skornya 0.
Contoh: di satu keluhan, ringkasan B mendapat BLEU 73,62, sedangkan ringkasan A 0 karena tidak punya trigram yang cocok.
Dipelajari di Modul 11 · Metrik generasi: BLEU, chrF, ROUGE
bootstrapjuga: bootstrap berpasangan, interval bootstrap
Mengambil ulang data dengan pengembalian berkali-kali untuk melihat seberapa jauh sebuah angka bisa bergeser karena kebetulan. Bootstrap berpasangan memakai satu set indeks yang sama untuk dua model yang dibandingkan.
Contoh: selisih akurasi dua baseline +0,010 punya interval bootstrap 95% dari −0,010 sampai +0,030, yang memuat 0.
Dipelajari di C1 · Modul 07 · Sampling dan estimasi
BPEjuga: byte pair encoding, BPE tingkat byte
Cara membangun subkata: mulai dari byte atau huruf, lalu berulang kali menggabungkan pasangan bersebelahan yang paling sering di data latih. Versi tingkat byte mulai dari 256 byte UTF-8, jadi tidak ada token yang tak dikenal.
Contoh: gabungan pertama dari pesan latih adalah
a+n→an, yang muncul 1.303 kali.Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
chrF
Metrik generasi yang membandingkan n-gram karakter (n = 1 sampai 6, spasi dibuang), lalu menggabungkan presisi dan recall dengan β = 2 sehingga recall dua kali lebih penting. Lebih tahan imbuhan daripada BLEU kata.
Contoh: mengganti
terlambatdenganketerlambatanmenurunkan BLEU 56,3 → 29,7, tetapi chrF hanya 72,0 → 61,8.Dipelajari di Modul 11 · Metrik generasi: BLEU, chrF, ROUGE
code point
Nomor Unicode untuk satu karakter, ditulis seperti
U+00A0. String Python adalah deret code point, jadi karakter yang tidak terlihat tetap dihitung panjangnya dan membuat==gagal.Contoh:
"Rp 15.000"dan"Rp 15.000"tampak sama, tetapi karakter ketiganya berbeda: spasi biasa lawan spasi tak-putus U+00A0.Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
CounterDict khusus dari
collectionsuntuk menghitung kemunculan. Kunci yang belum ada bernilai 0, jadihitung[k] += 1tidak pernah galat.Contoh:
Counter(p["kanal"] for p in pesan)menghitung banyak pesan per kanal.Dipelajari di F1 · Modul 11 · Modul dan pustaka standar
Dawid–Skenejuga: Dawid-Skene
Cara menggabungkan label banyak anotator yang menganggap kelas benar tersembunyi dan setiap anotator punya matriks kebingungan sendiri. Algoritma EM bergantian memperkirakan kelas benar (langkah E) dan mutu setiap anotator (langkah M) sampai stabil.
Dipelajari di Modul 12 · Anotasi dan kesepakatan
default_rngjuga: np.random.default_rngFungsi NumPy yang membuat pembangkit bilangan acak berbenih. Benih yang sama, misalnya
default_rng(0), selalu memberi deret acak yang sama, sehingga hasil bootstrap, Gibbs sampling, dan MinHash bisa diulang.Dipelajari di C1 · Modul 01 · Peran data scientist dan siklus analisis
DictVectorizerPengubah scikit-learn yang mengubah daftar dict fitur, misalnya
{"w=kopi": 1, "suf3=opi": 1}, menjadi matriks jarang: satu kolom untuk setiap nama fitur yang terlihat saatfit.Dipelajari di Modul 05 · Pelabelan urutan dan NER dengan BIO
divergensi Jensen–Shannonjuga: Jensen–Shannon, Jensen-Shannon, divergensi JS, JS
Jarak antara dua sebaran peluang, misalnya sebaran token bulan validasi dan bulan ini. Dihitung lewat rata-rata kedua sebaran, jadi selalu terdefinisi; dengan log basis 2 nilainya antara 0 (sama) dan 1 (tanpa irisan).
Contoh: JS sebaran
[0.5, 0.5, 0.0]dan[0.4, 0.3, 0.3]adalah 0,1722.Dipelajari di Modul 13 · Pemantauan drift teks
driftjuga: drift teks, drift prediksi
Perubahan data, atau hubungannya dengan label, sesudah model dilatih, sehingga mutu model bisa turun diam-diam. Pada teks, tandanya antara lain kata baru, sebaran token yang bergeser, dan sebaran prediksi yang berubah.
Contoh: di bulan Oktober laju OOV naik ke 0,1075 dan bagian pesan yang diprediksi keluhan naik ke 0,335.
Dipelajari di Modul 13 · Pemantauan drift teks
embeddingjuga: vektor kata, vektor kalimat, embedding kalimat
Deret angka (vektor) yang mewakili sebuah kata atau kalimat, sehingga yang maknanya mirip mendapat vektor yang searah. Bisa dihitung sendiri dari hitungan kata atau diambil dari model pralatih.
Contoh: vektor kata 30 dimensi dari PPMI dan SVD menempatkan
tlgpaling dekat dengantolong(kosinus 0,81).Dipelajari di C9 · Modul 11 · Embedding dan model bahasa
emisijuga: skor emisi, peluang emisi
Skor seberapa cocok satu token dengan satu label, tanpa melihat label tetangganya. Di HMM skornya log P(kata | label); di model lain bisa berupa log-peluang dari regresi logistik.
Dipelajari di Modul 06 · Dekode terstruktur: HMM, Viterbi, perceptron terstruktur
encoderjuga: encoder dua arah, MLM, masked language modeling
Blok transformer tanpa mask kausal, sehingga setiap token melihat seluruh kalimat, kiri dan kanan. Dilatih dengan masked language modeling (MLM): menebak token yang ditutup
[MASK]. Keluarga BERT dan IndoBERT adalah encoder.Dipelajari di Modul 10 · Encoder bahasa Indonesia dan fine-tuning
entitasjuga: rentang entitas
Potongan teks yang punya arti khusus, ditulis sebagai
[mulai, akhir, jenis]pada teks mentah. Akhirnya tidak ikut, jaditeks[mulai:akhir]adalah isinya.Contoh:
[21, 32, "PRODUK"]padakak tlg kirim 4saset kopi sachet ke blok d2 sekarangadalahkopi sachet.Dipelajari di Modul 05 · Pelabelan urutan dan NER dengan BIO
F1 entitasjuga: F1 tingkat rentang, F1 per entitas
F1 yang menghitung entitas utuh: tebakan benar hanya bila mulai, akhir, dan jenisnya sama persis dengan kunci. Entitas yang terpotong satu kata sama salahnya dengan entitas yang tidak ada.
Contoh: dari empat entitas, hanya
4sasetyang tepat batas dan jenisnya, jadi F1 entitas 0,25.Dipelajari di Modul 05 · Pelabelan urutan dan NER dengan BIO
F1 mikrojuga: micro-F1, F1 micro
F1 yang menjumlahkan tebakan benar dan salah semua kelas lebih dulu, baru dihitung sekali. Setiap butir berbobot sama, jadi kelas besar paling berpengaruh; bila setiap pesan punya tepat satu label, nilainya sama dengan akurasi.
Contoh: niat di uji: F1 mikro 0,935 (sama dengan akurasi), macro-F1 0,9124.
Dipelajari di Modul 04 · Baseline yang sulit dikalahkan: TF-IDF + regresi logistik
F1 pasangan
F1 yang menilai pasangan (aspek, sentimen) setiap pesan sekaligus: tebakan benar hanya bila aspeknya memang dibicarakan dan sentimennya tepat.
Contoh:
hargayang positif tetapi ditebak negatif dihitung sebagai satu tebakan salah sekaligus satu pasangan terlewat.Dipelajari di Modul 07 · Sentimen per aspek
fertilitas
Rata-rata banyak token per kata yang dihasilkan sebuah tokenizer. Fertilitas tinggi berarti teks dipecah lebih halus, sehingga biaya API, latensi, dan ruang konteks per pesan ikut naik.
Contoh: BPE yang dilatih teks Inggris memakai 4,099 token per kata pesan Indonesia; BPE yang dilatih teks Indonesia 2,184.
Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
fine-tuningjuga: fine-tune, di-fine-tune
Melatih lanjut model pralatih dengan data tugasmu sendiri, biasanya dengan kepala klasifikasi baru. Di course ini encoder IndoBERT di-fine-tune di Colab untuk niat dan NER, lalu dibandingkan dengan baseline di pemisahan yang sama.
Dipelajari di C9 · Modul 14 · Model terbuka, fine-tuning, LoRA
Fleiss' kappajuga: Fleiss kappa, kappa Fleiss
Ukuran kesepakatan banyak anotator yang mengurangi bagian kesepakatan karena kebetulan. Nilai 1 berarti sepakat sempurna, 0 berarti tidak lebih baik dari kebetulan. Alpha Krippendorff adalah ukuran serupa yang tetap bisa dihitung bila ada label hilang.
Contoh: label niat dari empat anotator punya κ = 0,561, "sedang".
Dipelajari di Modul 12 · Anotasi dan kesepakatan
HMMjuga: hidden Markov model
Model urutan yang menganggap label tersembunyi berpindah dari satu ke berikutnya (transisi), dan setiap kata "dipancarkan" oleh labelnya (emisi). Peluangnya cukup dihitung dari data latih, lalu Viterbi mencari urutan label terbaik.
Contoh: di data latih, P(B-JUMLAH | O) = 396/6629 = 0,0597.
Dipelajari di Modul 06 · Dekode terstruktur: HMM, Viterbi, perceptron terstruktur
interval kepercayaanjuga: interval 95%
Rentang angka yang kemungkinan besar memuat nilai sebenarnya, bukan hanya angka dari sampel ini. Makin kecil kelompoknya, makin lebar intervalnya.
Contoh: akurasi dialek Sunda 0,906 dari 32 pesan punya setengah lebar interval sekitar 0,101.
Dipelajari di C1 · Modul 07 · Sampling dan estimasi
Jaccardjuga: kemiripan Jaccard
Kemiripan dua himpunan: banyak anggota bersama dibagi banyak anggota gabungan. Untuk pesan, himpunannya biasanya shingle: potongan lima huruf yang tumpang tindih.
Contoh:
maaf salah krm!danMaaf salah krmberkemiripan Jaccard 0,91.Dipelajari di Modul 09 · Vektor kata, vektor kalimat, dan deduplikasi
jarak editjuga: Levenshtein, jarak Levenshtein, OSA, Damerau
Banyak operasi satu huruf paling sedikit (hapus, sisip, atau ganti) untuk mengubah satu kata menjadi kata lain, dihitung dengan tabel pemrograman dinamis. Versi OSA menambah operasi tukar dua huruf bersebelahan.
Contoh:
tlur→telurberjarak 1;tidka→tidakberjarak 2 menurut Levenshtein, tetapi 1 menurut OSA.Dipelajari di Modul 02 · Ejaan dan campur kode
jendela geserjuga: stride
Cara memproses teks yang lebih panjang dari batas model: teks dipotong menjadi jendela yang tumpang tindih sebanyak
stridetoken, jadi setiap jendela mulaipanjang − stridetoken sesudah jendela sebelumnya.Contoh: 150 subkata dengan panjang 64 dan stride 16 menjadi jendela (0, 64), (48, 112), dan (96, 150).
Dipelajari di Modul 10 · Encoder bahasa Indonesia dan fine-tuning
json.loadsFungsi yang mengubah satu teks JSON menjadi objek Python, biasanya dict. Berkas
pesan.jsonlberisi satu pesan JSON per baris, jadi dibaca dengan[json.loads(b) for b in f].Dipelajari di F1 · Modul 10 · Berkas: teks, CSV, dan JSON
kartu modeljuga: model card
Dokumen singkat yang menyertai model: tujuan, data latih, angka evaluasi per kelompok dengan interval, batasan, dan penggunaan yang tidak dianjurkan.
Dipelajari di Modul 14 · Bias, privasi, dan bahasa daerah
kemiripan kosinusjuga: kosinus, cosine similarity
Ukuran searah atau tidaknya dua vektor: 1 bila searah, 0 bila tegak lurus. Panjang vektor tidak berpengaruh, jadi pesan pendek dan pesan panjang bisa dibandingkan.
Contoh: dengan rata-rata vektor kata, dua pertanyaan berbeda maksud berkosinus 0,77 hanya karena sama-sama diakhiri
terima kasih ya.Dipelajari di C3 · Modul 05 · Embedding dan pencarian semantik
Kendall τjuga: Kendall tau, τ-b, Kendall
Korelasi peringkat yang membandingkan setiap pasangan segmen: searah (metrik dan manusia mengurutkannya sama) atau berlawanan. Versi τ-b mengoreksi nilai yang seri, misalnya nilai manusia 1–5.
Contoh: terhadap nilai manusia, chrF punya τ = 0,45, sedangkan BLEU kalimat dan ROUGE-L sekitar 0,26.
Dipelajari di Modul 11 · Metrik generasi: BLEU, chrF, ROUGE
klitik
Potongan pendek yang menempel di akhir kata, seperti
-nya,-ku, dan-mu. Klitik membuat batas entitas jatuh di tengah token, misalnya produktelurdi dalamtelurnya.Contoh: tokenizer yang memakai leksikon memecah
telurnyamenjaditelurdannya.Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
kosakatajuga: vocabulary
Daftar semua token berbeda yang dikenal sebuah model, dibangun dari data latih saja. Token di luar kosakata tidak punya kolom fitur, jadi diabaikan model.
Contoh: TF-IDF kata 1–2 dari pesan latih punya kosakata 3.178 entri; kata baru seperti
paylaterdi bulan produksi tidak termasuk.Dipelajari di C2 · Modul 08 · k-NN dan Naive Bayes
LDAjuga: Latent Dirichlet Allocation, Gibbs sampling
Model topik yang menganggap setiap pesan campuran beberapa topik dan setiap topik sebaran kata. Di course ini topik setiap kata ditebak dengan Gibbs sampling: diambil sampel berulang kali berdasarkan hitungan semua kata lain.
Dipelajari di Modul 08 · Topic modeling
leksikon
Daftar kata yang dianggap benar beserta frekuensinya, dibangun dari bentuk baku pesan latih. Korektor ejaan hanya mengusulkan kata dari leksikon, dan kata yang sudah ada di leksikon tidak diubah.
Contoh: leksikon latih berisi 181 kata; yang paling sering
ya(470 kali).Dipelajari di Modul 02 · Ejaan dan campur kode
lingkup negasijuga: negasi
Kata-kata sesudah kata negasi (
tidak,kurang,bukan,ora,teu, …) yang maknanya dibalik, sampai tanda baca atautetapi. Tanpa lingkup negasi,kurang ramahterbaca positif.Contoh: di
harganya tidak terlalu mahal, kataterlaludanmahalberada di lingkup negasi.Dipelajari di Modul 07 · Sentimen per aspek
log-peluangjuga: log peluang, ruang log
Logaritma sebuah peluang, selalu negatif untuk peluang di bawah 1. Hasil kali banyak peluang menjadi jumlah log-peluang, sehingga tidak tenggelam menjadi 0 di komputer, dan urutan "mana yang lebih mungkin" tetap sama.
Contoh: 300 peluang 0,05 yang dikalikan menjadi 0.0 di float64, sedangkan jumlah log-nya −898,72.
Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
LogisticRegressionKelas scikit-learn untuk regresi logistik.
Cmengatur kekuatan regularisasi (makin besar makin lemah),max_itermembatasi putaran pelatihan, danclass_weight="balanced"menimbang ulang kelas kecil.Dipelajari di C2 · Modul 04 · Regresi logistik dan klasifikasi
LSHjuga: locality-sensitive hashing, kurva-S
Cara menemukan pesan hampir kembar tanpa membandingkan semua pasangan: tanda MinHash dipotong menjadi b pita berisi r angka, dan dua pesan menjadi kandidat bila satu pitanya sama persis. Peluang menjadi kandidat membentuk kurva-S.
Contoh: b = 20, r = 5 menangkap 119 dari 119 pasangan hampir kembar dengan 390 kandidat, bukan 179.700 pasangan.
Dipelajari di Modul 09 · Vektor kata, vektor kalimat, dan deduplikasi
macro-F1juga: macro F1, F1 makro
Rata-rata F1 (gabungan presisi dan recall) setiap kelas dengan bobot sama, tanpa melihat besar kelasnya. Kelas kecil yang diabaikan model langsung menurunkan macro-F1, walaupun akurasi hampir tidak berubah.
Contoh: menebak
pesanuntuk semua pesan uji memberi akurasi 0,34, tetapi macro-F1 hanya 0,1015.Dipelajari di Modul 04 · Baseline yang sulit dikalahkan: TF-IDF + regresi logistik
make_pipelineFungsi scikit-learn yang merangkai beberapa langkah, misalnya
TfidfVectorizerlaluLogisticRegression, menjadi satu model.fitdanpredictmenjalankan semua langkah berurutan;model[0]adalah langkah pertama.Dipelajari di C2 · Modul 02 · Data, fitur, dan pemisahan yang jujur
make_unionFungsi scikit-learn yang menjalankan beberapa pengubah pada teks yang sama, lalu menyambung kolom hasilnya berdampingan.
Contoh: TF-IDF kata (3.178 kolom) disambung dengan TF-IDF karakter (3.975 kolom) menjadi 7.153 kolom.
Dipelajari di Modul 04 · Baseline yang sulit dikalahkan: TF-IDF + regresi logistik
matriks konfusijuga: matriks kebingungan, confusion matrix
Tabel yang menghitung setiap pasangan (kelas benar, kelas tebakan). Di scikit-learn baris adalah kelas benar dan kolom adalah tebakan; diagonal berisi tebakan yang benar, sel lain menunjukkan kelas mana yang tertukar.
Contoh: di uji, 5 pesan
tanyaterbaca sebagaipesan.Dipelajari di Modul 04 · Baseline yang sulit dikalahkan: TF-IDF + regresi logistik
MinHash
Tanda pendek sebuah himpunan: untuk setiap fungsi hash, simpan nilai hash terkecil anggotanya. Bagian posisi tanda yang sama pada dua himpunan memperkirakan Jaccard-nya tanpa membandingkan isinya.
Contoh: Jaccard sebenarnya 0,388; tanda 1.024 angka memperkirakannya 0,390.
Dipelajari di Modul 09 · Vektor kata, vektor kalimat, dan deduplikasi
most_commonMetode
Counteryang mengembalikan pasangan (anggota, hitungan) dari yang terbanyak.most_common(5)memberi lima teratas; tanpa angka, semuanya.Contoh:
[('wa', 1155), ('marketplace', 687), ('medsos', 558)].Dipelajari di F1 · Modul 11 · Modul dan pustaka standar
n-gramjuga: n-gram karakter, bigram, trigram
Potongan n unsur berurutan. N-gram kata memotong per kata (
tidak murahadalah bigram); n-gram karakter memotong per huruf, sehingga kata yang salah ketik masih berbagi potongan dengan kata benarnya.Contoh:
hambardan salah ketiknyahsmbarsama-sama memuat n-gram karaktermb,ba, danbar.Dipelajari di Modul 02 · Ejaan dan campur kode
Naive Bayes
Pengklasifikasi yang menghitung peluang setiap kelas dari frekuensi fitur di data latih, dengan anggapan setiap fitur saling bebas bila kelasnya diketahui. Cepat dilatih dan menjadi pembanding yang baik.
Contoh: Naive Bayes dengan n-gram karakter menebak bahasa setiap token (
id,en,jv,su,lain) dengan akurasi 0,979.Dipelajari di C2 · Modul 08 · k-NN dan Naive Bayes
NERjuga: named entity recognition, pengenalan entitas
Tugas menemukan entitas di teks, lengkap dengan batas dan jenisnya. Di course ini NER mengekstrak pesanan dari pesan pelanggan: produk, jumlah, harga, waktu, lokasi, dan nomor telepon.
Dipelajari di Modul 05 · Pelabelan urutan dan NER dengan BIO
NMFjuga: faktorisasi matriks tak negatif
Cara mencari topik dengan memecah matriks TF-IDF pesan × kata menjadi dua matriks yang semua isinya tak negatif: W (pesan × topik) dan H (topik × kata). Setiap baris H dibaca sebagai satu topik.
Dipelajari di Modul 08 · Topic modeling
normalisasijuga: normalisasi teks
Rangkaian langkah yang menyeragamkan teks mentah: merapikan Unicode, mengecilkan huruf, merapikan huruf berulang dan harga, lalu mengganti slang dengan kamus. Fungsi yang sama persis harus dipakai saat melatih dan saat produksi.
Contoh:
enaaak bgt gk mahalmenjadienak sekali tidak mahal.Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
normalisasi Unicodejuga: NFKC, NFC
Aturan baku untuk menyeragamkan karakter yang bisa ditulis dengan beberapa cara. NFC menyatukan huruf beraksen yang terurai; NFKC juga melebur bentuk "kompatibel", misalnya angka lebar
50menjadi50dan spasi tak-putus menjadi spasi biasa.Contoh:
unicodedata.normalize("NFKC", "50rb")menghasilkan"50rb".Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
NPMIjuga: koherensi, koherensi topik
Ukuran seberapa sering dua kata muncul di pesan yang sama dibanding kebetulan, dari −1 (tidak pernah bersama) sampai 1 (selalu bersama). Koherensi topik adalah rata-rata NPMI pasangan kata teratasnya.
Contoh: NPMI(
harganya,mahal) = 0,2993; NPMI(hambar,mantap) = −1.Dipelajari di Modul 08 · Topic modeling
offset
Posisi awal dan akhir sebuah token di teks mentah, sebagai indeks karakter Python dengan akhir yang tidak ikut. Dengan offset,
teks[mulai:akhir]selalu mengembalikan token itu persis.Contoh: di
Pesan 2bks gula, token2bksber-offset(6, 10).Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
OOVjuga: laju OOV, out-of-vocabulary
Token yang tidak ada di kosakata latih (out-of-vocabulary). Laju OOV adalah banyak token OOV dibagi semua token sebuah bulan: sinyal drift yang murah karena tidak butuh label.
Contoh: Juli 18 dari 1.460 token (0,0123); Oktober 149 dari 1.386 token (0,1075).
Dipelajari di Modul 13 · Pemantauan drift teks
paddingjuga: padding dinamis
Isian token
[PAD]agar semua barisan dalam satu batch sama panjang. Padding dinamis mengisi hanya sampai pesan terpanjang di batch itu, sehingga komputasi yang terbuang jauh lebih sedikit.Contoh: mengisi semua pesan latih sampai 64 token menambah 63.875 isian; batch 32 yang diurutkan menurut panjang hanya 275.
Dipelajari di Modul 10 · Encoder bahasa Indonesia dan fine-tuning
pemisahan bakujuga: data latih, data validasi, data uji
Pembagian pesan menurut bulan: latih (Januari–Juni) untuk melatih, validasi (Juli) untuk memilih pengaturan, uji (Agustus) untuk penilaian akhir yang dibuka sekali, dan produksi (September–Desember) sebagai pesan "masa depan".
Contoh: kamus, leksikon, dan kosakata hanya boleh dibangun dari pesan latih.
Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
pemulusanjuga: smoothing
Menambah hitungan kecil (misalnya +1) ke setiap kemungkinan sebelum menghitung peluang, supaya kejadian yang tidak pernah terlihat di data latih tidak bernilai nol.
Contoh: O → I-PRODUK tidak pernah muncul di latih, tetapi dengan pemulusan +1 peluangnya 0,000151.
Dipelajari di Modul 06 · Dekode terstruktur: HMM, Viterbi, perceptron terstruktur
perceptron terstrukturjuga: perceptron
Model yang memberi skor pada seluruh urutan label dengan bobot fitur dan memprediksi lewat Viterbi. Bila tebakannya salah, bobot fitur jalur benar dinaikkan dan bobot fitur jalur tebakan diturunkan (Collins 2002). Versi rata-rata memakai rata-rata bobot dari semua langkah.
Dipelajari di Modul 06 · Dekode terstruktur: HMM, Viterbi, perceptron terstruktur
perpleksitasjuga: perplexity
Ukuran seberapa terkejut sebuah model melihat kata yang belum pernah dilihatnya: makin kecil makin baik. Perpleksitas 150 kira-kira berarti model ragu di antara 150 kata yang sama mungkin.
Contoh: LDA dengan 2 topik mendapat perpleksitas validasi 151,1, lebih baik dari 6 topik, padahal 2 topik terlalu kasar.
Dipelajari di C9 · Modul 11 · Embedding dan model bahasa
PMIjuga: PPMI
Pointwise mutual information: membandingkan seberapa sering dua kata muncul berdekatan dengan dugaan bila keduanya bebas, dalam log basis 2. Positif berarti lebih sering dari kebetulan. PPMI mengganti nilai negatif dengan 0.
Contoh: PPMI(
kirim,maaf) = 5,91; PMI(ya,pagi) = −0,92 sehingga PPMI-nya 0.Dipelajari di Modul 09 · Vektor kata, vektor kalimat, dan deduplikasi
predict_probaMetode model scikit-learn yang mengembalikan peluang setiap kelas, satu baris per teks. Urutan kolomnya mengikuti
model.classes_(urut abjad untuk label teks), bukan urutan yang kamu tulis sendiri.Dipelajari di C2 · Modul 04 · Regresi logistik dan klasifikasi
presisijuga: precision
Dari semua yang ditebak positif, berapa bagian yang memang positif. Menjawab "seberapa sering tebakan model bisa dipercaya?"
Contoh: triase dengan ambang 0,4 menandai 105 pesan validasi dengan presisi 0,971: hampir semua yang ditandai memang perlu dibalas segera.
Dipelajari di C2 · Modul 05 · Evaluasi klasifikasi dan keputusan
re.findallFungsi modul
reyang mengembalikan semua potongan teks yang cocok dengan sebuah pola, sebagai list string.Contoh:
re.findall(r"\w+|[^\w\s]", "rp15.000?")memberi['rp15', '.', '000', '?'].re.finditerSeperti
re.findall, tetapi memberi objek kecocokan satu per satu. Setiap objek punyagroup()(teksnya),start(), danend()(offset-nya), sehingga cocok untuk tokenisasi dengan offset.Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
re.subFungsi yang mengganti setiap potongan teks yang cocok dengan pola. Penggantinya boleh string (
\1berarti isi kelompok pertama) atau fungsi yang menerima objek kecocokan.Contoh:
re.sub(r"([a-z])\1{2,}", r"\1", "enaaak")menghasilkan"enak".Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
recall
Dari semua yang benar positif, berapa bagian yang tertangkap. Menjawab "berapa yang terlewat?" Untuk triase dan redaksi data pribadi, recall biasanya lebih penting daripada presisi.
Contoh: aturan kata kunci hanya menangkap 0,76 pesan uji yang perlu dibalas segera; model niat menangkap 0,99.
Dipelajari di C2 · Modul 05 · Evaluasi klasifikasi dan keputusan
redaksijuga: redaksi data pribadi
Mengganti data pribadi di teks dengan penanda, misalnya nomor telepon menjadi
[TELEPON]dan alamat menjadi[LOKASI], sebelum teks disimpan ke log, dikirim ke anotator, atau diteruskan ke layanan lain. Mutunya diukur dengan recall.Dipelajari di Modul 14 · Bias, privasi, dan bahasa daerah
regresi logistik
Model klasifikasi yang menjumlahkan fitur dengan bobot, lalu mengubah hasilnya menjadi peluang. Untuk lebih dari dua kelas, scikit-learn memakai softmax. Di course ini ia menjadi baseline di atas fitur TF-IDF.
Contoh: TF-IDF kata dan karakter dengan regresi logistik menebak niat pesan uji dengan akurasi 0,935.
Dipelajari di C2 · Modul 04 · Regresi logistik dan klasifikasi
ROUGEjuga: ROUGE-1, ROUGE-2, ROUGE-L, ROUGE-N
Keluarga metrik ringkasan yang berorientasi recall. ROUGE-N menghitung bagian n-gram rujukan yang muncul di hipotesis; ROUGE-L memakai subbarisan bersama terpanjang (LCS): kata sama dengan urutan sama, tidak harus berdampingan.
Contoh: kata rujukan yang diacak urutannya masih mendapat ROUGE-1 0,75, tetapi ROUGE-2 0.
Dipelajari di Modul 11 · Metrik generasi: BLEU, chrF, ROUGE
sentimen per aspekjuga: ABSA
Penilaian sentimen terpisah untuk setiap hal yang dibicarakan pesan (rasa, harga, layanan, pengiriman, kemasan, stok), bukan satu angka untuk seluruh pesan.
Contoh:
harganya bersahabat tetapi bungkusnya bocorberarti harga positif dan kemasan negatif.Dipelajari di Modul 07 · Sentimen per aspek
SIF
Smooth inverse frequency: vektor kalimat dari rata-rata vektor kata yang ditimbang a / (a + p(w)), sehingga kata yang sangat sering hampir tidak berpengaruh, lalu arah yang dimiliki semua kalimat dibuang.
Contoh: bobot
yahanya 0,020, sedangkan bobotqris0,202.Dipelajari di Modul 09 · Vektor kata, vektor kalimat, dan deduplikasi
softmaxjuga: regresi logistik multinomial
Fungsi yang mengubah skor beberapa kelas menjadi peluang yang semuanya positif dan berjumlah 1. Regresi logistik multinomial memakai softmax untuk memilih satu dari lima niat sekaligus.
Contoh: untuk
Rasanya hsmbar.model memberikeluhan0,56 danpujian0,40; kelima peluangnya berjumlah 1.Dipelajari di Modul 04 · Baseline yang sulit dikalahkan: TF-IDF + regresi logistik
subkatajuga: subword
Potongan kata yang lebih kecil dari satu kata tetapi bisa lebih panjang dari satu huruf. Tokenizer modern memotong kata langka menjadi beberapa subkata, sehingga tidak ada kata yang benar-benar asing.
Contoh: WordPiece memotong
telurnyamenjaditelurdan##nya.Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
TF-IDFjuga: IDF
Cara mengubah teks menjadi angka: setiap kata diberi bobot frekuensinya di pesan itu (TF) dikali kelangkaannya di seluruh pesan latih (IDF). Kata yang muncul di hampir semua pesan, seperti
ya, mendapat bobot kecil.Contoh: di pesan latih, IDF
ya2,08, sedangkan IDFhambar5,095.Dipelajari di C2 · Modul 08 · k-NN dan Naive Bayes
TfidfVectorizerPengubah scikit-learn yang membangun kosakata dari teks latih dan mengubah setiap teks menjadi vektor TF-IDF. Pengaturan yang sering dipakai di course ini:
ngram_range,analyzer="char_wb"untuk n-gram karakter,min_df, dansublinear_tf.Dipelajari di C2 · Modul 08 · k-NN dan Naive Bayes
token
Satuan terkecil yang diolah program teks, biasanya kata, angka, tanda baca, atau emoji. Cara memotong teks menjadi token menentukan hasil semua langkah sesudahnya, termasuk angka metrik.
Contoh: pola
\w+|[^\w\s]memecahrp15.000?menjadi empat token:rp15,.,000, dan?.Dipelajari di C2 · Modul 08 · k-NN dan Naive Bayes
tokenisasijuga: tokenizer, pre-tokenizer
Memotong teks menjadi token; alat yang melakukannya disebut tokenizer. Di course ini setiap token juga menyimpan offset-nya, supaya rentang entitas di teks mentah tetap bisa ditemukan.
Contoh:
Rp15.000 ya??menjadi('Rp15.000', 0, 8),('ya', 9, 11),('?', 11, 12), dan('?', 12, 13).Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
transisijuga: skor transisi, peluang transisi, transisi terlarang
Skor untuk pasangan label berurutan, misalnya dari
B-PRODUKkeI-PRODUK. Transisi terlarang, sepertiOlangsung keI-PRODUK, diberi skor −∞ sehingga jalur yang memuatnya tidak pernah dipilih.Dipelajari di Modul 06 · Dekode terstruktur: HMM, Viterbi, perceptron terstruktur
uji kontrafaktualjuga: kontrafaktual, augmentasi kontrafaktual
Uji keadilan yang mengubah satu ciri pesan tanpa mengubah maknanya, misalnya
terima kasihmenjadimatur nuwun, lalu menghitung prediksi yang berubah. Augmentasi kontrafaktual menambahkan pesan ubahan seperti itu ke data latih.Contoh: 11 dari 110 prediksi berubah saat ciri dialeknya diganti ke Jawa.
Dipelajari di Modul 14 · Bias, privasi, dan bahasa daerah
uji permutasi
Cara mengukur apakah selisih dua kelompok lebih besar dari derau: label kelompok diacak berulang kali, dan nilai p adalah bagian acakan yang selisihnya setidaknya sebesar selisih yang teramati.
Contoh: pusat vektor September berjarak 0,1146 dari validasi; tidak satu pun dari 500 acakan sejauh itu, jadi p = 1/501 ≈ 0,002.
Dipelajari di Modul 13 · Pemantauan drift teks
unicodedata.normalizeFungsi pustaka standar yang menerapkan normalisasi Unicode. Argumen pertamanya bentuk normalisasi, misalnya
"NFC"atau"NFKC".Contoh:
unicodedata.normalize("NFKC", "50rb")menjadi"50rb".Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
Viterbijuga: algoritma Viterbi, backpointer
Algoritma pemrograman dinamis yang menemukan urutan dengan skor total terbaik tanpa mencoba semua kemungkinan. Ia menyimpan skor terbaik di setiap posisi beserta penunjuk balik (backpointer), lalu menelusuri balik dari akhir.
Contoh: segmentasi terbaik
pengirimannyaadalahpeng|irim|an|nya(−19,0), bukan potongan terpanjang dari kiri (−21,0).Dipelajari di Modul 03 · Tokenisasi, morfologi, dan subkata
WERjuga: word error rate, WER korpus
Ukuran sisa kesalahan teks: banyak suntingan token paling sedikit (ganti, hapus, sisip) dibagi banyak token rujukan. WER korpus menjumlahkan suntingan dan token semua pesan dulu, baru membagi. Makin kecil makin baik.
Contoh: di 200 pesan uji, teks mentah ber-WER 0,3448 terhadap bentuk baku; normalisasi lengkap menurunkannya ke 0,0684.
Dipelajari di Modul 01 · Teks Indonesia apa adanya
WordPiece
Tokenizer BERT dan IndoBERT: memotong setiap kata dari kiri dengan mengambil awalan terpanjang yang ada di kosakata; potongan lanjutan diberi awalan
##. Bila satu bagian tidak ditemukan, seluruh kata menjadi[UNK].Contoh:
telurnyamenjaditelurdan##nya.Dipelajari di Modul 10 · Encoder bahasa Indonesia dan fine-tuning