C1 · Kamus istilah
Istilah C1 · Data Science dan Analitik
Penjelasan singkat untuk istilah, fungsi, dan rumus yang dipakai di course ini. Di dalam modul, istilah bergaris titik bisa diketuk untuk melihat kartu yang sama.
Kembali ke daftar modul C189 dari 89 istilah
aggMetode yang meringkas setiap kelompok menjadi satu nilai per kolom hasil. Bentuk bernama
nama=("kolom", "fungsi")sekaligus memberi nama kolom hasil, sepertiASdi SQL.Contoh:
.agg(n=("belanja", "size"), rata=("belanja", "mean"))memberi banyak pelanggan dan rata-rata belanja per grup.Dipelajari di Modul 03 · pandas 2: mengelompok, menggabung, membentuk ulang
ANCOVA
Regresi hasil pada grup ditambah variabel yang diukur sebelum uji (kovariat), misalnya belanja sebelumnya. Untuk uji teracak, hasilnya tetap sah dan biasanya jauh lebih presisi daripada selisih rata-rata biasa; angkanya hampir sama dengan CUPED.
Contoh:
belanja ~ C(grup) + belanja_sebelummemberi efek 5.155,7 dengan galat baku 1.152,5, dibanding 2.726,7 tanpa kovariat.Dipelajari di Modul 09 · Eksperimen A/B
assignMetode yang mengembalikan
DataFramebaru dengan kolom tambahan atau pengganti, tanpa mengubah aslinya. Di dalam rantai metode,lambda d: ...menerima tabel pada langkah itu.Contoh:
df.assign(harga=df["harga"] * 9 // 10)membuat versi diskon;dfsendiri tetap.Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
astypeMetode yang mengubah tipe isi kolom atau array, misalnya ke
"category","Int64",int, ataufloat. MengubahTrue/Falsemenjadi 1/0 sering dipakai untuk membuat kolom 0/1.Contoh:
(df["tanggal"].dt.day >= 25).astype(int)memberi kolom gajian bernilai 0 atau 1.Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
benihjuga: seed
Angka awal untuk pembangkit bilangan acak. Benih yang sama selalu menghasilkan urutan "acak" yang sama, sehingga simulasi dan bootstrap bisa diulang dan diperiksa orang lain.
Contoh:
np.random.default_rng(42)dua kali memberi lemparan dadu[1, 5, 4, 3, 3, 6, 1, 5]dua kali; benih 43 memberi urutan lain.Dipelajari di Modul 01 · Peran data scientist dan siklus analisis
bias pemilihan
Kesalahan karena cara memilih responden membuat sampel berbeda secara sistematis dari populasi yang ingin disimpulkan. Menambah responden tidak menolong: angkanya makin tepat, tetapi tetap salah.
Contoh: survei kepuasan yang hanya ada di meja kasir pagi: 86% responden pembeli pagi, padahal pembeli pagi hanya 40% pelanggan.
Dipelajari di Modul 07 · Sampling dan estimasi
bias seleksi
Dalam data yang tidak diundi: perbedaan hasil tanpa perlakuan antara yang memilih perlakuan dan yang tidak. Selisih naif dua kelompok = efek pada yang diberi perlakuan + bias seleksi.
Contoh: pemakai aplikasi tinggal 0,66 km lebih jauh, dan setiap km mengurangi belanja 9.000, jadi bias seleksinya sekitar −5.940 rupiah.
Dipelajari di Modul 12 · Kausalitas
binomialjuga: distribusi binomial
Distribusi banyaknya "sukses" dari n percobaan independen yang masing-masing berpeluang sukses p yang sama. Rata-ratanya np dan ragamnya np(1 − p).
Contoh: dari 20 transaksi, banyak yang dibayar QRIS (p = 0,484) berdistribusi binomial dengan rata-rata 9,68.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
bootstrapjuga: sampel ulang
Cara menaksir galat baku dan interval untuk statistik apa pun: tarik n data dari sampelmu sendiri dengan pengembalian (satu data boleh terambil lebih dari sekali), hitung statistiknya, ulangi ribuan kali, lalu lihat sebaran hasilnya.
Contoh: 10.000 sampel ulang memberi galat baku rata-rata belanja 619,0, hampir sama dengan rumus s/√n (619,1).
Dipelajari di Modul 07 · Sampling dan estimasi
bseAtribut hasil
fitstatsmodels: galat baku setiap koefisien, berindeks sama denganparams.Contoh:
m.bse["promo"]memberi 4.027,5, sehingga interval 95% promo adalah 32.090,1 ± 1,963 × 4.027,5.Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
CDFjuga: fungsi distribusi kumulatif
Fungsi F(x) = P(X ≤ x): peluang hasil percobaan acak bernilai paling besar x. Naik dari 0 ke 1; ECDF adalah versinya yang dihitung dari data. Di SciPy,
cdfmemberi F(x),sfmemberi 1 − F(x), danppfmembaliknya.Contoh: banyak transaksi QRIS dari 20 (binomial, p = 0,484) punya
cdf(5)= 0,0289.Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
collider
Variabel yang dipengaruhi dua variabel lain (dua panah masuk). Menyesuaikan atau menyaring menurut collider menciptakan hubungan palsu antara kedua variabel itu.
Contoh: menulis ulasan dipengaruhi pemakaian aplikasi dan besar belanja; menambahkan
ulasanke regresi mengubah efek aplikasi dari 8.057 menjadi −1.205.Dipelajari di Modul 12 · Kausalitas
conf_intMetode hasil
fitstatsmodels yang memberi interval kepercayaan setiap koefisien (bawaan 95%): kolom0batas bawah, kolom1batas atas.Contoh:
m.conf_int().loc["promo"]memberi [24.183,0; 39.997,1] di model omzet lengkap.Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
CUPED
Cara memperkecil ragam uji A/B dengan data sebelum uji X: Y_cv = Y − θ·(X − X̄), dengan θ kemiringan garis yang menebak Y dari X. Efek yang ditaksir tetap sama, tetapi galat bakunya jauh lebih kecil.
Contoh: belanja 14 hari sebelum uji menghapus 82% ragam belanja, sehingga galat baku efek cashback turun dari 2.726,7 ke 1.151,8.
Dipelajari di Modul 09 · Eksperimen A/B
DAGjuga: graf kausal
Gambar panah sebab-akibat antarvariabel tanpa putaran balik (directed acyclic graph). Dari DAG ditentukan variabel mana yang perlu disesuaikan (pengacau) dan mana yang tidak boleh, misalnya collider atau mediator (jalan yang dilalui efek itu sendiri).
Contoh: jarak → pakai aplikasi, jarak → belanja, pakai aplikasi → belanja.
Dipelajari di Modul 12 · Kausalitas
ddofParameter "delta derajat bebas" pada
stddanvar: pembaginya n − ddof. pandas memakaiddof=1(ragam sampel), NumPyddof=0. Course ini selalu menuliskannya agar pembaca tidak perlu mengingat bawaan setiap pustaka.Contoh: simpangan baku omzet harian 49.355,39 dengan
ddof=1dan 49.321,57 denganddof=0.Dipelajari di Modul 05 · Statistika deskriptif dan visualisasi jujur
difference-in-differencesjuga: DiD
Efek = (perubahan kelompok perlakuan dari sebelum ke sesudah) − (perubahan kelompok pembanding). Selisih pertama menghapus perbedaan tetap antarkelompok, selisih kedua menghapus perubahan yang dialami semua. Asumsinya tren sejajar: tanpa perlakuan, keduanya berubah sama besar.
Contoh: DiD uji cashback 5.814,3 rupiah, sama dengan koefisien interaksi
kelompok:periode.Dipelajari di Modul 12 · Kausalitas
distribusi normaljuga: normal baku
Distribusi berbentuk lonceng simetris yang ditentukan rata-rata μ dan simpangan baku σ. Sekitar 68% nilai berada dalam ±1σ, 95% dalam ±1,96σ, dan 99,7% dalam ±3σ dari rata-rata. Normal baku adalah normal dengan μ = 0 dan σ = 1.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
dropnaMetode yang membuang baris (atau kolom) berisi nilai hilang. Tanpa argumen, satu sel kosong di kolom mana pun sudah cukup untuk membuang barisnya, sehingga data yang sah bisa ikut hilang.
Contoh: di transaksi September,
pelanggan_idkosong berarti pembeli umum, bukan data rusak; membuang barisnya mengecilkan omzet.Dipelajari di Modul 04 · Membersihkan dan memvalidasi data
dummyjuga: variabel dummy
Kolom 0/1 yang mewakili satu kategori. Variabel dengan k kategori butuh k − 1 dummy; kategori tanpa kolom menjadi acuan, dan setiap koefisien dummy dibaca sebagai selisih terhadap acuan.
C(hari)di statsmodels membuatnya otomatis.Contoh: tujuh hari menjadi enam dummy dengan Senin sebagai acuan; Sabtu +88.179,1 berarti lebih tinggi daripada Senin.
Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
efek rata-rata perlakuanjuga: ATE
Rata-rata, di seluruh populasi, selisih hasil seseorang bila diberi perlakuan dan bila tidak: Yᵢ(1) − Yᵢ(0). Kedua angka tidak pernah teramati untuk orang yang sama; pengacakan memungkinkan menaksirnya dari selisih rata-rata grup.
Contoh: data sintetis uji cashback dibangkitkan dengan efek 6.000 rupiah per pelanggan.
Dipelajari di Modul 09 · Eksperimen A/B
fitMetode yang menaksir koefisien model dari data dan mengembalikan objek hasil. Di statsmodels, hasilnya menyimpan
params,bse,pvalues,conf_int(), danrsquared; argumen seperticov_type="cluster"mengubah cara menghitung galat baku.Contoh:
m = smf.ols("belanja ~ C(grup)", data=df).fit().Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
galat bakujuga: SE
Simpangan baku sebuah angka hasil sampel, misalnya rata-rata: seberapa besar angka itu akan berubah bila sampel diambil ulang. Untuk rata-rata, SE = σ/√n, ditaksir dengan s/√n. Memperkecil galat baku menjadi setengah butuh empat kali data.
Contoh: rata-rata belanja per transaksi dari 816 transaksi punya galat baku sekitar 619 rupiah.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
galat tipe Ijuga: positif palsu
Menolak H₀ padahal H₀ benar: menyimpulkan ada efek yang sebenarnya tidak ada. Peluangnya dibatasi α, biasanya 0,05. Lawannya, galat tipe II, adalah gagal mendeteksi efek yang memang ada.
Contoh: dengan 20 uji independen yang semuanya tanpa efek, peluang setidaknya satu positif palsu sekitar 64%.
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
groupbyMetode pandas yang membagi baris menurut nilai kunci, menerapkan fungsi pada setiap kelompok, lalu menggabungkan hasilnya (split-apply-combine), padanan
GROUP BYdi SQL. Baris dengan kunci kosong dibuang secara bawaan.Contoh:
t.groupby("transaksi_id")["subtotal"].sum()memberi 816 total belanja, satu per transaksi.Dipelajari di Modul 03 · pandas 2: mengelompok, menggabung, membentuk ulang
hashlib.sha256juga: sha256Fungsi pustaka standar Python yang menghitung hash SHA-256 dari bytes;
.hexdigest()memberi 64 karakter heksadesimal (0–9 dan a–f). Satu byte berubah, hasilnya berubah total. Dipakai untuk sidik jari data dan pengacakan yang bisa diulang.Contoh:
hashlib.sha256(isi).hexdigest()[:12]untuktransaksi.csvadalah7128c6222e5f.Dipelajari di Modul 01 · Peran data scientist dan siklus analisis
hipotesis noljuga: H₀, H0
Dugaan "tidak ada efek atau perbedaan" yang diuji, ditulis H₀. Lawannya, H₁, adalah yang ingin ditunjukkan. Uji hipotesis bertanya: seandainya H₀ benar, seberapa aneh data yang teramati?
Contoh: H₀ "metode bayar tidak berhubungan dengan besar belanja".
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
ilocCara memilih baris dan kolom pandas menurut posisi (0, 1, 2, …) seperti list Python; ujung irisan tidak termasuk, dan angka negatif menghitung dari belakang.
Contoh:
df.iloc[-2:, [0, 6, 8]]mengambil dua baris terakhir dan tiga kolom.Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
indeks
Label setiap baris di
SeriesatauDataFramepandas: bisa nomor 0, 1, 2, …, nama, atau tanggal. Hitungan antara dua Series mencocokkan label indeks, bukan posisi. Di array NumPy, indeks berarti nomor posisi elemen.Contoh:
harga.loc["teh"]memakai label indeks"teh", sedangkanharga.iloc[0]memakai posisi pertama.Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
independenjuga: saling bebas, independensi
Dua kejadian independen bila mengetahui yang satu tidak mengubah peluang yang lain: P(A dan B) = P(A)·P(B). Banyak rumus, misalnya galat baku dan binomial, hanya benar bila datanya independen.
Contoh: 20 pelanggan yang belanja sendiri-sendiri bisa dianggap independen; 5 keluarga yang belanja bersama tidak.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
interaksijuga: efek interaksi
Keadaan ketika efek satu variabel bergantung pada nilai variabel lain. Di rumus statsmodels,
a * bmemasukkan a, b, dan hasil kalinyaa:b; koefisiena:bmengukur seberapa besar efek a berubah per satuan b.Contoh:
pakai_aplikasi * jarak_kmmenanyakan apakah efek aplikasi berbeda bagi pelanggan yang rumahnya jauh.Dipelajari di Modul 11 · Regresi lanjutan
interceptjuga: konstanta
Koefisien kolom konstanta (berisi 1) dalam regresi: tebakan model bila semua prediktor bernilai 0 dan semua dummy berada di kategori acuan. Sering hanya titik khayal yang tidak bermakna sendiri.
Contoh: di model omzet, Intercept 338.831,6 adalah Senin di hari ke-0, bukan gajian, sebelum program.
Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
interval kepercayaanjuga: selang kepercayaan
Rentang hasil sebuah prosedur yang, bila diulang pada banyak sampel, memuat nilai sebenarnya sesering yang dijanjikan, misalnya 95% dari waktu. Untuk rata-rata: x̄ ± t*·s/√n. Bukan "peluang 95% nilai sebenarnya ada di rentang ini".
Contoh: efek cashback dari ANCOVA 5.155,7 rupiah dengan interval 95% [2.895,4; 7.416,0].
Dipelajari di Modul 07 · Sampling dan estimasi
IQRjuga: jangkauan antarkuartil
Lebar setengah data yang di tengah: IQR = Q3 − Q1. Tahan pencilan, dan dipakai pagar Tukey: nilai di luar [Q1 − 1,5·IQR, Q3 + 1,5·IQR] ditandai; pagar far out memakai 3·IQR.
Contoh: belanja per transaksi: 23.500 − 5.000 = 18.500, jadi pagar atasnya 51.250.
Dipelajari di Modul 05 · Statistika deskriptif dan visualisasi jujur
isnaMetode yang memberi
Trueuntuk setiap nilai hilang (NaN,None,pd.NA, atauNaT) danFalseuntuk yang lain..isna().sum()menghitung banyak nilai hilang.Contoh:
df["pelanggan_id"].isna().sum()memberi 939 item tanpa id pelanggan.Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
khi-kuadratjuga: uji khi-kuadrat, χ²
Uji untuk tabel frekuensi dua variabel berupa kategori: membandingkan banyak teramati O di setiap sel dengan banyak harapan E bila keduanya independen, χ² = Σ(O − E)²/E. Pendekatannya butuh setiap E minimal sekitar 5.
Contoh: metode bayar × pagi/siang memberi χ² = 6,333 dan p = 0,042, tetapi hubungannya lemah (Cramér's V 0,088).
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
korelasijuga: korelasi Pearson, Pearson
Angka antara −1 dan 1 yang mengukur seberapa dekat titik-titik ke satu garis lurus: positif berarti naik bersama, negatif berarti berlawanan, dekat 0 berarti tidak ada hubungan lurus. Korelasi Spearman memakai peringkat dan lebih tahan pencilan. Korelasi bukan sebab-akibat.
Contoh: omzet harian dan banyak transaksi per hari berkorelasi 0,798.
Dipelajari di Modul 05 · Statistika deskriptif dan visualisasi jujur
kuadrat terkeciljuga: OLS
Cara memilih koefisien regresi: yang membuat jumlah kuadrat selisih antara data dan tebakan model, Σ(y − ŷ)², sekecil mungkin. Untuk satu prediktor, garisnya selalu melewati titik rata-rata (x̄, ȳ).
Contoh: garis lurus omzet harian terhadap hari ke-t punya kemiringan 101,5 rupiah per hari.
Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
kuantiljuga: kuartil
Nilai pemisah: kuantil p membuat kira-kira proporsi p data berada di bawahnya. Kuartil Q1, median, dan Q3 adalah kuantil 0,25, 0,5, dan 0,75; persentil 90 sama dengan kuantil 0,9. Alat yang berbeda bisa memakai cara hitung yang berbeda.
Contoh: belanja per transaksi punya Q1 = 5.000 dan Q3 = 23.500 rupiah.
Dipelajari di Modul 05 · Statistika deskriptif dan visualisasi jujur
kuasa ujijuga: kuasa
Peluang uji mendeteksi efek (menolak H₀) bila efek sebesar tertentu memang ada. Bergantung pada besar efek, sebaran data, banyak data, dan α; lazimnya direncanakan minimal 80% sebelum data dikumpulkan.
Contoh: selisih 1.437 rupiah dengan 385 transaksi per kelompok hanya punya kuasa sekitar 21%; kuasa 80% butuh sekitar 2.353 per kelompok.
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
locCara memilih baris dan kolom pandas menurut label indeks:
df.loc[baris, kolom]. Irisan label memasukkan ujungnya, jadidf.loc[:2]mengambil label 0, 1, dan 2. Juga dipakai untuk mengubah nilai dalam satu langkah.Contoh:
df.loc[df["kategori"] == "Minuman", "harga"] = 4500.Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
log-oddsjuga: logit
Logaritma odds: log(p/(1 − p)). Nilainya bisa berapa pun, sehingga aman dimodelkan sebagai jumlah berbobot prediktor. Kebalikannya, fungsi logistik 1/(1 + e^(−z)), mengembalikannya ke peluang antara 0 dan 1.
Contoh: p = 0,42 memberi log-odds −0,323.
Dipelajari di Modul 11 · Regresi lanjutan
MADjuga: median absolute deviation
Median dari jarak mutlak setiap nilai ke median: median |x − median|. Ukuran sebaran yang tahan pencilan; untuk data berdistribusi normal, MAD dibagi 0,6745 menaksir simpangan baku. Dipakai dalam skor-z termodifikasi.
Contoh: sepuluh harga dengan median 6.500 punya MAD 3.000, sehingga harga 190.000 ber-skor-z termodifikasi 41,3.
Dipelajari di Modul 04 · Membersihkan dan memvalidasi data
MAPE
Rata-rata galat ramalan dalam persen: 100 × rata-rata |aktual − ramalan| / aktual. Mudah dipahami pemilik, tetapi tidak terdefinisi bila ada aktual 0 dan menghukum ramalan yang terlalu tinggi lebih berat.
Contoh: aktual 100 diramal 150 memberi 50%, tetapi aktual 50 diramal 100 memberi 100%.
Dipelajari di Modul 13 · Deret waktu
mergeMetode pandas untuk menggabungkan dua tabel menurut kolom kunci, padanan
JOINdi SQL.how="left"mempertahankan semua baris kiri;validate="many_to_one"memastikan kunci di tabel kanan tidak ganda.Contoh:
t.merge(p[["produk_id", "harga_beli"]], on="produk_id", how="left")menempelkan harga beli ke setiap item.Dipelajari di Modul 03 · pandas 2: mengelompok, menggabung, membentuk ulang
naif musimanjuga: ramalan naif musiman
Ramalan patokan: setiap hari ke depan sama dengan hari yang sama pada musim terakhir (misalnya 7 hari terakhir), jadi Senin depan = Senin terakhir. Model baru baru berguna bila mengalahkannya.
Contoh: dalam validasi mundur omzet harian, naif musiman memberi MAPE 9,02%, lebih baik daripada ramalan naif (10,46%).
Dipelajari di Modul 13 · Deret waktu
nilai harapanjuga: ekspektasi, dalam harapan
Rata-rata jangka panjang sebuah angka acak bila percobaannya diulang berkali-kali: setiap hasil dikali peluangnya, lalu dijumlahkan. Ditulis E[X].
Contoh: banyak transaksi QRIS dari 20 punya nilai harapan 20 × 0,484 = 9,68, walaupun hasil 9,68 sendiri tidak mungkin terjadi.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
np.random.default_rngjuga: default_rngFungsi NumPy yang membuat pembangkit bilangan acak (
Generator) dengan benih tertentu. Course ini meneruskan objekrngitu sebagai parameter fungsi, bukan memakainp.random.seedyang berlaku global.Contoh:
rng = np.random.default_rng(42)lalurng.integers(1, 7, size=8)melempar dadu delapan kali.Dipelajari di Modul 01 · Peran data scientist dan siklus analisis
odds
Perbandingan peluang terjadi dengan peluang tidak terjadi: p/(1 − p). Rentangnya 0 sampai tak hingga.
Contoh: peluang kembali 0,42 sama dengan odds 0,42/0,58 ≈ 0,724.
Dipelajari di Modul 11 · Regresi lanjutan
p-valuejuga: nilai p
Peluang, bila H₀ benar, mendapat hasil hitungan (misalnya selisih rata-rata) setidaknya seekstrem yang teramati. p-value kecil berarti data sulit dijelaskan oleh H₀. p-value bukan peluang H₀ benar dan tidak mengukur besar efek.
Contoh: selisih belanja QRIS dan tunai 1.437 rupiah memberi p ≈ 0,26: selisih sebesar itu biasa muncul walaupun tidak ada beda.
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
paramsAtribut hasil
fitstatsmodels: koefisien taksiran, berindeks nama prediktor seperti"t","promo", atau"C(hari)[T.Sabtu]".Contoh:
m.params["promo"]memberi 32.090,1 di model omzet lengkap.Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
pasca-stratifikasijuga: pembobotan pasca-stratifikasi
Koreksi sampel yang timpang: rata-ratakan setiap kelompok (stratum), lalu timbang dengan porsi kelompok itu di populasi, bukan di sampel. Setara dengan memberi setiap responden bobot porsi populasi dibagi porsi sampel.
Contoh: pembeli pagi 85,6% responden tetapi 40% pelanggan, jadi bobotnya 0,467; pembeli sore berbobot 4,167. Rata-rata kepuasan menjadi 3,721.
Dipelajari di Modul 07 · Sampling dan estimasi
pd.DataFramejuga: DataFrameTabel pandas: kumpulan kolom (
Series) yang berbagi indeks baris; setiap kolom punya tipe sendiri.pd.DataFrame({...})membuatnya dari dictionary berisi kolom-kolom.Contoh:
df.shapeuntuk transaksi September adalah(1516, 10).Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
pd.get_dummiesjuga: get_dummiesFungsi pandas yang mengubah satu kolom kategori menjadi kolom-kolom 0/1, satu per kategori.
drop_first=Truemembuang kategori pertama agar menjadi acuan, sehingga kolom-kolomnya tidak berjumlah sama dengan kolom konstanta.Contoh: tujuh hari dengan
drop_first=Truemenjadi enam kolom, Selasa sampai Minggu.Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
pd.read_csvjuga: read_csvFungsi pandas yang membaca berkas CSV menjadi
DataFrame.parse_datesmengurai kolom waktu dandtypemenetapkan tipe kolom; tanpa itu, pandas menebak tipe dari teks. Polars dan DuckDB punya fungsi bernama sama.Contoh:
pd.read_csv("transaksi.csv")memberi tabel 1.516 baris × 10 kolom.Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
pd.Seriesjuga: SeriesSatu kolom data pandas: nilai-nilai bertipe sama ditambah indeks yang memberi label setiap nilai. Hitungan antara dua
Seriesmencocokkan label, bukan posisi.Contoh:
pd.Series([3500, 5000, 2000], index=["mi", "teh", "kopi"]).Dipelajari di Modul 02 · pandas 1: data dalam tabel
pd.to_datetimejuga: to_datetimeFungsi pandas yang mengubah teks menjadi tanggal-waktu.
format=menetapkan pola tanggal,dayfirst=Truemembaca hari lebih dulu, danerrors="coerce"mengubah teks yang gagal diurai menjadiNaT(tanggal kosong) secara diam-diam.Contoh:
pd.to_datetime("01/10/2026")dibaca 10 Januari; dengandayfirst=Truemenjadi 1 Oktober.Dipelajari di Modul 04 · Membersihkan dan memvalidasi data
peluang bersyarat
Peluang suatu kejadian bila kejadian lain sudah diketahui terjadi, ditulis P(A | B): saring dulu ke kasus B, lalu hitung proporsi A. P(A | B) umumnya berbeda dari P(B | A).
Contoh: P(pakai aplikasi) = 0,391, tetapi P(pakai | rumah lebih dari 2 km) = 0,808.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
pencilanjuga: outlier
Nilai yang jauh dari sebagian besar data. Bisa kesalahan (misalnya salah ketik) atau kenyataan ekstrem yang sah; statistik hanya menandai, manusia yang memutuskan.
Contoh: harga minyak goreng 190.000 karena satu nol berlebih adalah kesalahan; beras 10 karung untuk hajatan adalah kenyataan.
Dipelajari di Modul 04 · Membersihkan dan memvalidasi data
pengacaujuga: confounder, variabel pengacau
Variabel yang memengaruhi siapa mendapat perlakuan dan juga hasilnya, sehingga selisih dua kelompok bercampur antara efek perlakuan dan efek pengacau. Pengacau sudah ada sebelum perlakuan.
Contoh: jarak rumah ke warung memengaruhi siapa yang memakai aplikasi pesan-antar dan berapa banyak ia belanja.
Dipelajari di Modul 01 · Peran data scientist dan siklus analisis
Poissonjuga: distribusi Poisson, proses Poisson
Distribusi banyaknya kejadian dalam satu selang waktu bila kejadian datang sendiri-sendiri dengan laju rata-rata λ. Ciri khasnya: rata-rata sama dengan ragam, keduanya λ. Ragam yang jauh lebih besar disebut overdispersi.
Contoh: banyak pembeli pukul 18.00–18.59 kira-kira Poisson dengan λ = 2,8.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
ppfMetode distribusi
scipy.statsyang membalik CDF:ppf(q)memberi nilai x dengan P(X ≤ x) = q, yaitu kuantil q. Dipakai untuk angka pengali interval dan uji.Contoh:
stats.norm.ppf(0.975)memberi 1,96 danstats.t.ppf(0.975, 3)memberi 3,182.Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
predictMetode hasil
fityang menghitung tebakan model untuk data, lama atau baru, yang punya kolom prediktor sama. Untuk regresi logistik statsmodels, hasilnya peluang, bukan log-odds.Contoh:
m.predict(pd.DataFrame({"jarak_km": [4.0]}))memberi peluang memakai aplikasi 0,964.Dipelajari di Modul 11 · Regresi lanjutan
pseudonim berkuncijuga: HMAC, HMAC-SHA256
Kode pengganti identitas yang dihitung dengan HMAC-SHA256 dan kunci rahasia yang disimpan terpisah dari data. Tanpa kunci, penyerang tidak bisa mencoba semua ID lalu mencocokkan hasilnya. Data berpseudonim tetap tergolong data pribadi.
Contoh:
P1734menjadi2dc7c0bea3c8ad45; SHA-256 polos dariP1734bisa ditemukan kembali dalam kurang dari satu detik.Dipelajari di Modul 14 · Komunikasi, etika, dan privasi
R²juga: R2, R kuadrat
Proporsi ragam y yang dijelaskan model: R² = 1 − Σe²/Σ(y − ȳ)², antara 0 dan 1. Selalu naik bila kolom ditambah, bahkan kolom acak; R² disesuaikan menghukum tambahan itu. R² tidak mengukur kebenaran sebab-akibat.
Contoh: model omzet lengkap ber-R² 0,607; ditambah 40 kolom derau naik ke 0,622, tetapi R² disesuaikan turun ke 0,594.
Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
ragamjuga: varians
Rata-rata kuadrat jarak setiap nilai ke rata-ratanya. Untuk sampel dipakai s² = Σ(x − x̄)² / (n − 1), dengan x̄ rata-rata sampel; pembagi n − 1 menebus x̄ yang selalu lebih dekat ke datanya sendiri. Satuannya kuadrat (rupiah²), jadi yang dilaporkan biasanya akarnya, simpangan baku.
Dipelajari di Modul 05 · Statistika deskriptif dan visualisasi jujur
rasio oddsjuga: odds ratio
Odds satu kelompok dibagi odds kelompok lain; di regresi logistik, e^β adalah rasio odds per satuan prediktor. Sering disalahbaca sebagai rasio peluang, padahal untuk peluang yang tidak kecil angkanya lebih besar.
Contoh: peluang kembali 0,42 → 0,46 memberi rasio odds 1,176, tetapi rasio peluang hanya 1,095.
Dipelajari di Modul 11 · Regresi lanjutan
rata-rata bergerakjuga: moving average
Rata-rata k nilai berurutan yang digeser satu langkah setiap kali. Terpusat memakai nilai sebelum dan sesudah, untuk memahami masa lalu; membuntut hanya hari itu dan sebelumnya, satu-satunya yang boleh untuk meramal. Di pandas:
rolling(k).mean().Contoh: rata-rata 7 hari menghapus pola mingguan omzet.
Dipelajari di Modul 13 · Deret waktu
regresi logistikjuga: logistik
Regresi untuk hasil ya/tidak (0/1) yang memodelkan log-odds sebagai jumlah berbobot prediktor, sehingga tebakannya selalu peluang antara 0 dan 1. Koefisien dipilih dengan kemungkinan maksimum: yang membuat data teramati paling mungkin.
Contoh: peluang memakai aplikasi menurut jarak: 0,185 untuk 0 km, 0,964 untuk 4 km.
Dipelajari di Modul 11 · Regresi lanjutan
reindexMetode yang menyusun ulang
SeriesatauDataFramemengikuti daftar label yang kamu berikan; label yang belum ada diisiNaNatau nilaifill_value. Dipakai untuk urutan hari yang bermakna atau untuk memasukkan tanggal tanpa penjualan.Contoh:
harian.reindex(semua_tanggal, fill_value=0)memasukkan tanggal tanpa penjualan sebagai omzet 0.Dipelajari di Modul 03 · pandas 2: mengelompok, menggabung, membentuk ulang
residualjuga: residu
Selisih antara nilai sebenarnya dan tebakan model: e = y − ŷ. Pola pada residual, misalnya rata-rata residual yang berbeda per hari, menunjukkan ada yang belum dimasukkan ke model.
Contoh: model omzet tanpa hari dalam minggu punya rata-rata residual Sabtu +50.850 dan Senin −37.939.
Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
satuan analisisjuga: unit analisis
Benda yang dihitung satu per satu dalam sebuah angka: per item, per transaksi, per pelanggan, atau per hari. Pembagi rata-rata harus memakai satuan yang ditanyakan; satuan yang tertukar memberi angka yang benar secara aritmetika tetapi menjawab pertanyaan lain.
Contoh: omzet September dibagi 1.516 baris item memberi 9.319, padahal belanja per transaksi adalah omzet dibagi 816 transaksi, yaitu 17.314.
Dipelajari di Modul 01 · Peran data scientist dan siklus analisis
simpangan bakujuga: sd, standar deviasi
Akar ragam: ukuran seberapa jauh nilai biasanya berada dari rata-ratanya, dalam satuan data aslinya. Rata-rata selalu dilaporkan bersama simpangan baku (atau IQR) dan banyak data.
Contoh: simpangan baku omzet harian Warung Makmur 49.355 rupiah, sekitar 12% dari rata-ratanya.
Dipelajari di Modul 05 · Statistika deskriptif dan visualisasi jujur
skor kecenderunganjuga: propensity score
Peluang seseorang mendapat perlakuan mengingat pengacaunya, e(z) = P(T = 1 | Z = z), biasanya dari regresi logistik. Dipakai untuk stratifikasi atau pembobotan IPW: pemakai berbobot 1/e, bukan pemakai 1/(1 − e).
Contoh: skor memakai aplikasi berkisar 0,185–0,891 menurut jarak; IPW memberi efek 7.389,1 rupiah.
Dipelajari di Modul 12 · Kausalitas
skor-zjuga: skor z
Jarak sebuah nilai dari rata-rata, diukur dalam satuan simpangan baku: z = (x − rata-rata) / simpangan baku. Pencilan besar ikut menarik rata-rata dan simpangan baku, sehingga skor-z pencilan itu sendiri bisa tampak kecil.
Contoh: harga 190.000 di antara sembilan harga 2.000–12.000 hanya ber-skor-z 2,84.
Dipelajari di Modul 04 · Membersihkan dan memvalidasi data
smf.logitFungsi statsmodels untuk regresi logistik dengan rumus teks, untuk hasil 0/1.
.fit(disp=0)menaksir tanpa mencetak pesan iterasi; koefisiennya dalam log-odds, jadinp.expmengubahnya menjadi rasio odds.Contoh:
smf.logit("pakai_aplikasi ~ jarak_km", data=df).fit(disp=0).Dipelajari di Modul 11 · Regresi lanjutan
smf.olsFungsi statsmodels untuk regresi linear kuadrat terkecil dengan rumus teks: di kiri
~hasil, di kanan prediktor.C(x)menjadikan x kategori (dummy) dana * bmenambah interaksi. Panggil.fit()untuk menaksir.Contoh:
smf.ols("omzet ~ t + C(hari) + gajian + promo", data=df).fit().Dipelajari di Modul 10 · Regresi linear
SRMjuga: sample ratio mismatch
Ukuran grup yang menyimpang dari rencana pengacakan, misalnya rencana 50:50 tetapi hasilnya 1.000 lawan 900. Tanda ada yang rusak, misalnya log yang hilang, sehingga hasil uji tidak boleh dibaca dulu. Diperiksa dengan uji khi-kuadrat.
Contoh: 998 lawan 1.002 memberi p = 0,929 (lolos); 1.000 lawan 900 memberi p = 0,022.
Dipelajari di Modul 09 · Eksperimen A/B
stats.chi2_contingencyjuga: chi2_contingencyFungsi SciPy untuk uji khi-kuadrat independensi pada tabel frekuensi. Hasilnya memuat
statistic,pvalue,dof(derajat bebas), danexpected_freq(frekuensi harapan). Untuk tabel 2 × 2, ia memakai koreksi Yates secara bawaan.Contoh:
stats.chi2_contingency(pd.crosstab(e["grup"], e["kembali"]))menguji apakah peluang kembali berbeda antargrup.Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
stats.ttest_indjuga: ttest_indFungsi SciPy untuk uji t dua kelompok independen.
equal_var=Falsememilih uji Welch, yang tidak mengandaikan ragam kedua kelompok sama; bawaannya uji Student. Hasilnya punyastatistic,pvalue,df, danconfidence_interval().Contoh: QRIS lawan tunai: t = 1,133, p = 0,2574.
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
teorema Bayesjuga: Bayes
Rumus untuk membalik peluang bersyarat: P(A | B) = P(B | A)·P(A) / P(B). Hasilnya sangat bergantung pada peluang awal P(A), yang sering dilupakan.
Contoh: alat pendeteksi uang palsu yang menangkap 99% uang palsu dan keliru berbunyi untuk 2% uang asli, bila hanya 1 dari 500 lembar palsu, hanya benar sekitar 9% saat berbunyi.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
teorema limit pusatjuga: TLP
Rata-rata n data independen mendekati distribusi normal bila n cukup besar, apa pun bentuk data asalnya, asal simpangan bakunya terhingga. Sebarannya menyusut sebesar σ/√n. Inilah alasan banyak interval dan uji memakai angka 1,96.
Contoh: belanja per transaksi sangat tidak simetris, tetapi rata-rata 64 transaksi acak sudah hampir normal.
Dipelajari di Modul 06 · Probabilitas dan distribusi
to_numpyMetode pandas yang mengubah
SeriesatauDataFramemenjadi array NumPy tanpa indeks. Dipakai sebelum hitungan NumPy yang harus menurut posisi, bukan menurut label.Contoh:
per.loc[per["metode"] == "qris", "total"].to_numpy(dtype=float)memberi 395 total belanja QRIS.uji A/Bjuga: eksperimen A/B
Eksperimen yang mengundi unit (misalnya pelanggan) ke grup kontrol (A) dan grup perlakuan (B), lalu membandingkan hasilnya. Karena pengundian, perbedaan hasil bisa ditafsirkan sebagai efek perlakuan, bukan efek pengacau.
Contoh: cashback QRIS diundi ke 1.002 pelanggan; 998 pelanggan lain menjadi kontrol.
Dipelajari di Modul 09 · Eksperimen A/B
uji bergandajuga: perbandingan berganda
Menjalankan banyak uji sekaligus: makin banyak uji, makin besar peluang setidaknya satu "temuan" palsu. Koreksi Bonferroni atau Holm menjaga peluang satu saja positif palsu (FWER); Benjamini–Hochberg menjaga proporsi temuan palsu (FDR).
Contoh: enam uji agen memberi dua p di bawah 0,05; sesudah dikoreksi, tidak ada yang tersisa.
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
uji permutasi
Uji yang mengacak label kelompok berkali-kali untuk melihat selisih apa saja yang muncul bila H₀ benar, karena label lalu tidak membawa informasi. p-value = (banyak acakan setidaknya seekstrem + 1) / (banyak acakan + 1).
Contoh: dari 10.000 acakan label QRIS/tunai, 2.606 memberi selisih setidaknya sebesar 1.437, jadi p ≈ 0,26.
Dipelajari di Modul 08 · Uji hipotesis
uji plasebojuga: plasebo, placebo, uji placebo
Pemeriksaan dengan menjalankan metode yang sama di tempat yang seharusnya tidak ada efek, misalnya tanggal mulai palsu sebelum program. Efek plasebo yang jauh dari nol menandakan asumsi metode dilanggar.
Contoh: memindahkan awal program cashback ke tanggal yang lebih awal seharusnya memberi efek mendekati nol.
Dipelajari di Modul 12 · Kausalitas
validasi mundurjuga: rolling origin
Cara menguji ramalan seperti waktu berjalan: berdiri di satu tanggal, latih hanya dengan masa lalu, ramal h hari ke depan, lalu ulangi di beberapa tanggal asal. Data deret waktu tidak boleh dibagi acak, karena itu membocorkan masa depan.
Contoh: 8 lipatan masing-masing 14 hari, dari Juni sampai September 2026.
Dipelajari di Modul 13 · Deret waktu
value_countsMetode pandas yang menghitung berapa kali setiap nilai berbeda muncul, terurut dari yang paling sering. Nilai hilang tidak dihitung kecuali dengan
dropna=False;normalize=Truememberi proporsi.Contoh:
df["metode_bayar"].value_counts()di ekspor kasir kedua menampilkanqris,QRIS, danQrissebagai nilai yang berbeda.